Berita Terbaru

Mobile

Marketing

Internet

Yahoo Tawarkan Tanah ke Perusahaan China

Yahoo hendak menjual tanahnya yang berada di Santa Clara, California, AS, kepada produsen smartphone China LeEco. Tanah seluas 19,6 hektar tersebut dekat dengan area teknologi Silicon Valley.

Menurut juru bicara Yahoo, penjualan lahan dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Namun, tak dibeberkan lebih lanjut berapa nilai yang ditawar untuk tanah luas di daerah strategis tersebut.

Jika benar, tampaknya LeEco hendak memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun area perkantoran yang lapang. Sebelumnya, LeEco memang dikabarkan bakal memperluas area bisnisnya.

Saat ini firma tersebut mengembangkan smartphone, TV, dan sepeda gunung. Ke depan, LeEco berencana membuat mobil elektronik, sebagaimana dilaporkan Investors dan dihimpun KompasTekno, Senin (2/5/2016)

Kembali ke 2006

Yahoo membeli lahan yang berada di jantung California tersebut pada 2006 silam. Saat itu harganya masih 106 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun.

Awalnya, Yahoo membeli tanah tersebut untuk membangun sebuah kantor yang mengakomodir 12.000 pekerja. Pada tahun itu, bisnis Yahoo belum mandek seperti sekarang.

Sebenarnya Yahoo sudah memegang izin untuk membangun area perkantoran khusus riset di lahan tersebut. Ada 13 bangunan yang rencananya bakal memadati area itu.

Sayangnya, rencana tersebut tak pernah dimulai. Yahoo masih harus mengurusi prioritas lain, yakni membuat perusahaannya kembali menguntungkan.

Pada kuartal pertama 2016, pendapatan Yahoo dilansir 1,05 miliar dollar AS atau setara Rp 13,8 triliun. Pendapatan itu menurun 14 persen dari periode serupa tahun 2015.

Pendapatan yang terus berkurang dan biaya operasional yang terus bertambah membuat Yahoo terpaksa menutup kantor cabang di beberapa negara. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun berkali-kali dilakukan.

Dikutip : Kompas
 
Copyright © 2013 Info Teknologi